Februari 15, 2009
ceritanya berlanjut dah...
akhir^na aku dah jalan 1 tahun ma dy...lama juga ya??
dalam 1 tahun ni banyak bgt rintangannya untung aja qt masih bisa lewati...
tapi gataw knp ya sekarang sma beda..
tapi makasih ya Tuhan qt masih bisa bersama...
semoga ni bs mpe selama2nya n ga ada yang bisa gangguin hub qt..
aku mw rubah pandangan orang ttg LD..
ga sma LD tu ga bertahan lam.yang penting tergantung orangnya...
asal saling percaya, hormati, n sayng ga mungkin putus..
aku cuma mw bilang " AKU SAYANG BT MA HENZ MPE KAPANPUN!!!!!!!!"
semoga qt selalu bersama...
Februari 06, 2009
Hubungan Jarak Jauh (LD)
Sepintas memang hubungan long distance bisa dikatakan sulit, karena bagaimanapun dalam sebuah hubungan, menuntut satu elemen yang penting yaitu tatap muka. Dengan tatap muka kita bisa mengetahui ekpresinya secara langsung. Bahagia atau sedih, bisa lebih mudah terlihat. Kita jauh bisa lebih memahami dan mengetahui keadaannya, selain bisa membuat komunikasi jadi lebih utuh.
Pikiran kita cenderung selalu ingin memperbaharui gambaran tentang dia. Betapa menariknya dia dan betapa baiknya dia, selalu ditambah dan diperbaharui hari demi hari. Proses ini akan langsung bekerja begitu melihatnya. Sementara kita kurang menemukan hal indah tersebut dalam hubungan long distance.
Kita tidak tahu bagaimana keadaan si dia, sehingga sedikit mengurangi perhatian dan pemahaman kita kepada dia. Alat-alat komunikasi seperti telepon, sms, email tentu masih kalah dengan tatap muka. Selain memang ketidakpraktisan serta faktor biaya, kadang membuat orang malas melakukan komunikasi melalui media-media tersebut.
Berkurangnya komunikasi dan ditambah dengan tidak pernah bertemu, pasti akan mempengaruhi sebuah hubungan, bahkan hubungan yang sebelumnya sudah sebegitu dekat kadang-kadang akan menjadi berkurang dan hambar.
Dalam hubungan jarak jauh biasanya para pasangan dihadapkan pada tiga kemungkinan utama:
- tetap bertahan untuk setia
- tetap bertahan tetapi berhubungan dengan orang lain
- putus.
Namun bukan berarti dengan adanya niat untuk melanjutkan hubungan, selamanya bisa long distance. Suatu kali tetaplah harus berujung ke sebuah pertemuan, karena long distance hanyalah sementara sebelum salah satu diantara mereka menemukan kemapanan dan kepastian sehingga akhirnya bisa pulang kembali atau mengajak pasangannya untuk tinggal bersama.
1 bulan pertama, 30% pasangan non-LDR putus, dalam jangka waktu yg sama, hanya 27% dari yg LDR putus.
3 bulan pertama, 21% pasangan non-LDR putus, sendangkan yang LDR mencapai 37% putus.
6 bulan pertama, 35% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR mencapai 45% putus.
8 bulan pertama, 23% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 11% saja yang putus.
1 tahun pertama, ada 25% pasangan non-LDR putus, sedangkan yang LDR hanya 8% yang putus.

